Vankasiruta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Maluku Utara (Malut), Husni Bopeng, menaruh harapan besar kepada Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Helmi Umar Muchsin, untuk mendongkrak perolehan kursi Nasdem pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.
Harapan tersebut disampaikan Husni usai melantik Akmal Ibrahim sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Halsel, Selasa (27/10/2026), di Hotel Buana Lipu, Desa Madaong, Kecamatan Bacan Selatan.
Husni merasa optimis, keberadaan Helmi sebagai kader Nasdem sekaligus Wakil Bupati Halsel dapat menjadi kekuatan politik untuk mengembalikan kejayaan partai besutan Surya Paloh tersebut, termasuk merebut kembali kursi Ketua DPRD Halsel yang lepas pada Pileg 2024.
Menurut Husni, keterlibatan Helmi dalam kontestasi politik 2024 dinilai belum maksimal. Namun, dengan posisinya saat ini sebagai Wakil Bupati Halsel sekaligus Koordinator Wilayah (Korwil) Pemenangan Nasdem Maluku Utara, ia berharap Helmi dapat mengambil peran lebih besar dalam memperkuat mesin politik partai.
“Di Pileg 2024 itu keterlibatan Pak Helmi masih kurang. Tetapi saat ini, dengan adanya Pak Helmi sebagai Korwil Pemenangan Nasdem Maluku Utara dan sebagai Wakil Bupati Halsel, tidak mungkin tinggal diam. Itu yang menjadi optimisme saya,” kata Husni Bopeng.
Meski demikian, optimisme tersebut tidak serta merta menghapus catatan buruk Nasdem Halsel pada Pemilu Legislatif 2024. Di bawah kepemimpinan Akmal Ibrahim, perolehan kursi Nasdem di DPRD Halsel justru merosot dari lima kursi menjadi tiga kursi.
Bahkan, Akmal sendiri gagal mempertahankan kursinya sebagai anggota DPRD Halsel. Kekalahan tersebut menjadi salah satu catatan penting yang perlu dievaluasi oleh kepengurusan partai, terutama dalam membaca perubahan peta politik dan menjaga kepercayaan pemilih.
Husni pun mengakui bahwa penurunan perolehan kursi tersebut menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi kepengurusan Nasdem Halsel.
“Memang banyak yang harus kita evaluasi, dalam kepemimpinan Akmal Ibrahim ini kenapa harus turun dari lima menjadi tiga kursi,” akunya.
Ia menilai, kepengurusan yang baru dilantik masih membutuhkan pembekalan dan motivasi untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kerja politik, serta merebut kembali kepercayaan masyarakat.
Husni juga mengapresiasi semangat pengurus baru Nasdem Halsel. Namun, semangat internal partai saja belum cukup untuk menjamin kemenangan. Nasdem perlu membuktikan bahwa evaluasi atas kekalahan sebelumnya benar-benar diterjemahkan menjadi strategi politik yang lebih efektif.
Untuk diketahui, Nasdem Halsel pernah meraih peningkatan perolehan kursi DPRD. Pada Pileg 2014, di bawah kepemimpinan Jaya Lamusu, Nasdem berhasil meraih empat kursi.
Perolehan tersebut meningkat menjadi lima kursi pada Pileg 2019, saat partai dipimpin Muhlis Jafar. Hasil itu mengantarkan Nasdem menduduki kursi Ketua DPRD Halsel.
Namun, capaian tersebut tidak mampu dipertahankan pada Pileg 2024. Di bawah kepemimpinan Akmal Ibrahim yang menggantikan Muhlis Jafar, Nasdem kehilangan dua kursi dan gagal mempertahankan posisi sebagai partai pemegang kursi Ketua DPRD.
Ironisnya, Akmal sendiri tidak kembali terpilih sebagai anggota DPRD. Meski demikian, ia kembali dipercaya memimpin DPD Nasdem Halsel untuk periode kepengurusan berikutnya.
Keputusan mempertahankan Akmal tentu menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, kepercayaan tersebut memberinya kesempatan untuk membenahi organisasi dan membuktikan kapasitas kepemimpinannya. Di sisi lain, penurunan perolehan kursi pada pemilu sebelumnya menjadi tolok ukur yang tidak bisa diabaikan.
Mampukah Akmal Ibrahim membawa Nasdem Halsel meraih Kursi Ketua DPRD Halsel, di Pileg Mendatang?
