Vankasiruta – Kabid Pengembangan Kawasan Perdesaan (PKP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Hardianto Umar,SE membuat inovasi baru dibidang pengelolaan keuangan desa berbasis online..
Kabid PKP, Hardianto Umar,SE mengatakan, Sebagai upaya optimalisasi pengelolaan keuangan desa melalui Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) berbasis Online, gagasan satu inovasi berbentuk Klinik Desa Senyum akan disediakan di 30 kecamatan yang ada di Halsel.
Hardianto mengaku, inovasi yang dibuat didasari dengan data yang valid dan presisi, termasuk data pelaporan Dana Desa sangat diperlukan dalam kebijakan pengambilan pada setiap desa baik pelaporan serta data lainnya.
“Kurangnya pengetahuan IT oleh perangkat desa, menjadi dasar dari inovasi klinik desa itu sendiri,”ungkap Anto saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/11/23).
Lelaki yang akrab disapa Anto ini menjelaskan, Klinik Desa Senyum adalah sebagai sala satu platform laporan keuangan desa yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas tata kelola keuangan yang ada di Desa itu sendiri.
“Selam ini, Laporan APBDes melalui Sistem Keuangan Desa yang berbasis online baru mencapai 10%. Padahal laporan APBDes dapat digunakan sebagai indikator kinerja pengelolaan keuangan desa dan menjadi dasar,”terang Anto
Anto juga menambahkan, Klinik desa senyum sendiri, dilakukan dalam rangka mendorong kedispilinan Pemerintah Desa dalam melaporkan pengelolaan keuangan desanya, dimana perlu upaya mendorong aparat Desa untuk meng-input laporan APBDes melalui Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).
“Siskeudes sebagai platform laporan keuangan desa dapat disinergikan dengan sistem yang dimiliki oleh Kementerian/Lemabaga antara sistem lain yang dikembangkan Kementerian Keuangan. Melalui Siskeudes akan mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, nah klik desa adalah upaya untuk membantu aparat desa untuk lebih paham dalam pengelolaan berbasis IT,” tuturnya.
Ia bilang, penyediaan dan pengembangan infrastruktur siskeudes berbasis online yang digagasnya melalui klinik desa senyum ini merupakan salah satu fasilitas layanan, dengan menyediakan tenaga dasar, dengan jumlah tenaga lebih dari satu orang, untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan kinerja pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa, tata kelola dan transparansi.
“Kita juga berharap, dengan adanya inovasi klinik desa ini bisa membantu perangkat desa itu sendiri,” tutupnya.
