Rustam Ode Nuru Minta Harita Buat Rekrutmen di Obi, Pemda Minta Prioritaskan Ber-KTP Halsel

Ketua Fraksi Golkar DPRD Halmahera Selatan, Rustam Ode Nuru. (Foto: Damoks).

Vankasiruta – Anggota DPRD Halmahera Selatan (Halsel) dari Dapil Obi, Rustam Ode Nuru, meminta kepada PT Karunia Permai Sentosa (Harita Group) agar membuka rekrutmen tenaga kerja di Obi, bukan di Bacan.

Menurut Rustam, rekrutmen semestinya dilakukan di wilayah operasi utama perusahaan sebagai bentuk komitmen memprioritaskan tenaga kerja lokal. Ia meminta Dinas Nakertrans mengawal proses seleksi agar proporsi pelamar asal Obi diutamakan, disusul warga Halsel, lalu pelamar umum.

Bacaan Lainnya

“Penting bukan hanya untuk keadilan kesempatan kerja, tapi juga penerimaan pajak daerah dari penghasilan tenaga kerja, sebagaimana isyarat PPh21,” ujarnya, Senin (23/06/25).

Rustam juga mendorong lahirnya regulasi rekrutmen tenaga kerja yang masuk dan bekerja di perusahaan tambang di Halmahera Selatan harus ber-KTP Halmahera Selatan.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadis Nakertrans) Halmahera Selatan, Noce Totononu, menjelaskan bahwa rekrutmen tenaga kerja yang diadakan Harita Group di Hotel Buana Lipu bukanlah kegiatan yang diselenggarakan oleh Nakertrans.

“Kami hanya diberi laporan oleh Harita Group dan tugas kami hanya menginformasikan kepada masyarakat tentang rekrutmen ini,” kata Noce.
Menurut Noce, tidak ada salahnya jika rekrutmen tenaga kerja harita group dibuka dibacan, karena Bacan juga bagian dari Halmahera Selatan. Dimana Bacan juga masih termasuk daerah terdampak meskipun secara tidak langsung dari proses pertambangan di Obi.

Meskipun Nakertrans tidak terlibat langsung, pihak Pemda berharap Harita Group lebih memprioritaskan tenaga kerja dengan KTP Halmahera Selatan dalam proses seleksi.

Terkait lokasi rekrutmen di Bacan, Noce menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya adalah kebijakan Harita Group.

PT. Kurnia Permai Sentosa (Harita Group) membuka penerimaan tenaga kerja non-skill pada 23-24 Juni dan skill pada 25 Juni 2025.

Sementara itu, hingga berita ini dimuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak Harita Group.

Pos terkait