Usai Didemo, Kades Kokotu Justru Dapat Dukungan Dari Tokoh Masyarakat dan Ketua Adat

Kades Kokotu, Bacan Barat, Halsel, bersama sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat di depan kantor desa setempat. (Foto: Istimewa).

Vankasiruta – Pendukung Kepala Desa (Kades) Kokotu Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), yang terdiri dari tokoh adat dan tokoh masyarakat, menuding aksi yang dilakukan sejumlah pemuda desa tersebut sarat akan kepentingan pribadi dan kelompok.

Salah satu Tokoh Masyarakat desa Kokotu yang tidak mau namanya diberitakan menyebutkan bahwa Aksi yang dilakukan sejumlah pemuda desa itu syarat akan kepentingan pribadi.

Bacaan Lainnya

Menurut sumber tersebut, demonstrasi yang dilakukan itu diduga sarat dengan kepentingan Pilkades kedepan.

“Karena kelompok itu ada ke depan mau calon kades jadi berbagai macam cara dong (mereka) lakukan, dalang dari semua ini adalah (oknum) Pendamping Desa Kokotu Yang berinisial R. beliau juga putra asli desa kokotu tapi selalu membuat tong (kami) risih Kalau mau baku lawan tunggu dia pe waktu. Beliau (R) sengaja Memfasilitasi 3 orang mahasiswa pulang demo di kampong, baru bilang bawa nama masyarakat,” tuturnya.

“Memang betul setiap Kepala desa pasti punya salah tapi kita tidak seharusnya langsung menghakimi karena semuanya ada prosedurnya,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Adat desa Kokotu, Yunus Umar menuding, demonstrasi yang dilakukan sejumlah pemuda kemarin telah membuat kegaduhan di desa tersebut.

Olehnya itu Yunus Umar meminta agar demonstrsi itu jangan membawa-bawa nama masyarakat desa Kokotu, karena gerakan itu sangat jelas kepentingan beberapa orang saja.

“Kelompok-kelompok itu yang suka bikin gaduh masyarakat, Jang (jangan) bawa-bawa nama masyarakat Kalau ngoni punya kepentingan dan ini So (sudah) ulang-ulang tapi sengaja kami diamkan dan menurut kami, kades Kokotu adalah ades yang layak melanjutkan periode kedua untuk desa kokotu,” ungkap Yunus.

Yunus menambahkan, Kades Kokotu, Susmi Idris, memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Tidak pernah Pelayanannya merugikan kami, mau Lawan di saat Momentum Pilkades, tapi dia selalu berupaya untuk rangkul. Tapi dong (beberapa pemuda yang menggelar aksi) saja yang Tra tau diri,” cecarnya.

Ia berharap, setiap permasalahan di desa Kokotu bisa diselesaikan secara kekeluargaan, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh tetauh-teuah desa sejak dulu.

“Dan kami orang tua-tua kampung sangat kecewa dengan beberapa anak muda yang demo kades itu. Desa ini kental dengan kekeluargaan jadi demo itu justru membuat perpecahan,” akunya.

Sementara itu, Ketua PKK desa Kokotu, Suhaeba Mahmud, salah satu badan sarah Masjid desa Kokotu, Sulaiman Jainal juga ikut mengutuk keras demonstrasi yang dilakukan beberapa pemuda. Mereka berharap, Kades Susmi Idris tetap memimpin desa tersebut diperiode kedua nanti.

Pernyataan sejumlah tokoh ini bermula dari Demonstrasi yang digelar sejumlah pemuda di Kantor desa Kokotu, Kamis (26/10/23), memprotes sejumlah kebijakan kades yang dianggap janggal dan sejumlah permasalah desa lainnya.

Dalam aksi tersebut, sebagaimana yang diberitakan salah satu media online beberapa hari lalu, massa aksi menuntut agar Bupati Halsel, Usman Sidik agar segera mengevaluasi Kades Kokotu, Susumi Idris.

Pos terkait