Vankasiruta – Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Tengah serta Kepala Bagian Organisasi Setda Halteng, melakukan audiensi dan kunjungan kerja di Universitas Gadjah Mada.
Rombongan Pemerintah Daerah Halmahera Tengah diterima langsung oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Dalam Negeri Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Johan Syafri Mahathir Ahmad, bersama para dosen pendamping. Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat UGM, Lantai 2 Sayap Selatan, Bulaksumur, Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak UGM. Ia turut memberikan gambaran umum mengenai kondisi Kabupaten Halmahera Tengah, baik dari sisi wilayah, pembangunan, hingga berbagai program strategis pemerintah daerah.
“Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah saat ini telah menggratiskan pendidikan bagi anak-anak daerah kami dimanapun mereka melanjutkan studi. Kami membiayai pendidikan hingga selesai atau wisuda sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Wakil Bupati.
Selain itu, Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa angka stunting di Halmahera Tengah terus mengalami penurunan, disertai dengan pemberian berbagai insentif kepada masyarakat sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan sosial.
Dalam audiensi tersebut, Pemda Halteng menyatakan kesiapan menerima mahasiswa UGM untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Halmahera Tengah, termasuk di Kecamatan Weda Selatan. Pemerintah daerah juga membuka peluang seluas-luasnya bagi kegiatan pengembangan dan penelitian oleh civitas akademika UGM.
“Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi, khususnya bagaimana pendidikan di Halmahera Tengah bisa semakin maju dan sejajar dengan daerah lain,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Halmahera Tengah yang juga selaku Ketua KAGAMA Halteng menindaklanjuti hasil pertemuan daring sebelumnya, khususnya terkait rencana program studi yang akan melaksanakan KKN di Halteng, dengan fokus awal pada bidang perikanan. Beberapa wilayah juga akan dikhususkan sebagai lokasi pengembangan sektor perikanan. Selain itu, Bupati Halmahera Tengah sebelumnya juga telah menyampaikan rencana pengembangan kawasan industri peternakan di daerah.
Terkait pengembangan sumber daya manusia, Pemda Halteng mendorong terwujudnya nota kesepahaman (MoU) atau kerja sama resmi dengan UGM, termasuk peluang bagi putra-putri Halmahera Tengah untuk menempuh pendidikan di UGM melalui skema kerja sama daerah.
“Kami optimis anak-anak Halteng mampu bersaing dan lolos di UGM. Harapan kami, tahun ini sudah ada yang bisa melanjutkan studi di sini,” ungkap Wakil Bupati.
Menanggapi hal tersebut, pihak UGM menyatakan sangat merespons positif berbagai usulan dan inisiatif dari Pemda Halteng. Pihak universitas menyampaikan bahwa sebelumnya UGM juga pernah membimbing tenaga medis, termasuk seorang dokter mata yang kini bertugas di Ternate.
UGM juga memaparkan sejumlah bidang yang dapat dikolaborasikan melalui program afirmasi daerah, seperti peternakan, perikanan, keperawatan, dan gizi. Sementara untuk bidang kedokteran, pihak UGM akan melakukan koordinasi lebih lanjut. Program afirmasi ini akan diprioritaskan bagi daerah-daerah yang membutuhkan, dengan mekanisme penerimaan mahasiswa terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama (PKS).
Terkait KKN, UGM berharap mahasiswa yang ditempatkan di Halmahera Tengah dapat berkontribusi langsung dalam pengembangan daerah melalui berbagai program yang telah dibekali sebelumnya.
Sebagai langkah persiapan pendidikan, pihak UGM juga menyarankan diadakannya forum sosialisasi secara daring (Zoom) yang melibatkan siswa-siswi SMA di Halmahera Tengah, khususnya calon mahasiswa jalur afirmasi yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah Halmahera Tengah, guna memperkenalkan berbagai program studi di UGM sebelum memasuki tahapan pendaftaran.
Menariknya, UGM juga berencana mengangkat bahasa lokal Halmahera Tengah, khususnya Bahasa Patani, agar dapat dikenal di tingkat internasional. Fakultas Filsafat UGM turut mendorong penguatan pemahaman budaya lokal sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya secara turun-temurun, terutama di wilayah Halmahera Tengah yang kini berkembang pesat sebagai kawasan pertambangan dengan banyak tenaga kerja dari luar daerah.
Di akhir pertemuan, pihak UGM menyampaikan komitmen untuk mengupayakan percepatan proses MoU kerja sama dengan Pemda Halteng. Terkait mahasiswa yang dibiayai pemerintah daerah, UGM juga menekankan pentingnya perjanjian sebelumnya agar setelah lulus nantinya dapat kembali mengabdi dan bertugas di Kabupaten Halmahera Tengah.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi terjalinnya sinergi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Universitas Gadjah Mada dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
