Cegah Kenaikan Harga barang, Disperigkop Morotai Intens Lakukan Pengawasan

vankasiruta.com – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi ( Perindagkop ) Kabupaten Pulau Morotai, Propinsi Maluku Utara, melakukan monitoring secara rutin untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga barang di pasar CBD.

Kepala Dinas (Kadis) Perindagkop dan UKM Morotai, Nasrun Mahasari,SPd,MSi, saat diwawancarai wartwan diruang kerjanya, Senin (10/01/22), mengatakan bahwa Monitoring terus dilakukan untuk menjaga kestabilan harga barang dan mobilisasi barang impor yang masuk ke Morotai.

Bacaan Lainnya

“Monitoring tetap menjadi satu keharusan yang diseriusi sampai saat ini, guna menjaga kebutuhan konsumen tetap terjangkau,”tutur Nasrun Mahasari

Nasrun mengaku, intensitas pengawasan harga barang difokuskan di area pasar CBD dan sekitar kota Daruba. Dimana, lanjut Nasrun, dalam pengawasan itu bertujuan memberikan teguran-teguran kepada pedagang agar tidak memainkan harga barang yang nantinya dapat merugikan atau mempersulit konsumen dari sisi harga.

“Ada beberapa jenis barang berupa, pakaian, sembako, maupun hortikultura seperti Rica dan Tomat tetap menjadi target utama pantauan agar tidak terjadi kenaikan harga yang berlebihan. Kinerja ini, lagi-lagi supaya pedagang tidak liar dalam melakukan penjualan dengan harga yang tinggi,”ungkapnya.

Khusus Hortikultura, lanjut Nasrun, hasil Produksi belum bisa menjamin kebutuhan masyarakat Morotai, bahkan di pasar CBD itu sendiri, disebbkan tidak selamanya stok hasil panen petani Morotai selaluh tersedia di Pasar, meskipun kadang-kadang stok melebihi permintaan.

“Bahkan kami selalu melakukan monitoring, stok di pasar CBD sering terjadi kekurangan, sehingga kami pun kadang melakukan koordinasi dengan dinas pertanian agar mempercepat pengambilan ke produsen (petani) untuk di distribusikan ke pasar,” jelasnya.

Ia bilang, kontrol Pemda melalui Disperindagkop dan UKM perlu terus dilakukan untuk memberikan teguran kepada pegadang yang menaikkan harga barang dengan alasan adanya kenaikan harga barang secara nasional.

“Dalam waktu dekat ini, kami masih fokus dari sisi pengawalan dalam setiap bulan berjalan, untuk planing kedepan terkait pemasaran stok Hortikultura keluar daerah itu belum,”tandasnya. (Ode)

Pos terkait