Vankasiruta – Sejumlah Mahasiswa Universitas Pasifik Kabupaten Pulau Morotai, Propinsi Maluku Utara, mempertanyakan adanya pungutan saat mengambil slip registrasi semester baru, sebesar Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000 oleh pihak kampus.
Hal ini disampaikan Fitra Piga, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Administrasi Negara kepada Wartawan Media ini di kampus Universitas Pasifik, Mororai, Selasa (11/01/22).
Fitra Piga menuturkan bahwa dia bersama sejumlah mahasiswa yang datang untuk melakukan registrasi semester baru dibuat bingung karena saat pengambilan slip dari pihak kampus meminta agar setiap mahasiswa harus membayar Rp. 50.000 untuk Mahasiswa Semester IV dan dan Rp. 100.000. Untuk semester II.
“Saya sempat mempersoalkan biaya administrasi sebesar 100.000 yang diminta dibagian pengambilan slip, karena diminta bayar jadi saya tidak jadi registrasi dan langsung pulang, ” Aku Fitra.
Selain Fitra, puluhan mahasiswa lain juga melayangkan protes yang sama kepada pihak kampus. Mereka mempertanyakan terkait biaya Rp.50 000 sampai Rp. 100.000, karena menurut mereka hanya sebagian mahasiswa yang ditagih sementara yang lain tidak, ketika mengambil slip di bagian registrasi.
Menanggapi protes mahasiswa, Wakil Rektor II, Aminullah Tahib, Kepada media ini menjelaskan bahwa terkait uang sebesar Rp.50.000 dan Rp.100.000 itu bukan pungutan tapi, saldo awal yang diminta langsung oleh pihak Bank untuk pembuatan buku rekening.
Pembuatan Buku rekening mahasiswa itu, kata Aminullah, untuk kepentingan beasiswa Pemda yang akan ditransfer langsung ke rekening Mahasiswa.
“Setelah nya rekening itu akan diberikan kepada Mahasiswa tersebut,” ucap Aminullah.
Aminullah juga menjelaskan, berdasarkan surat dari Sekda pembuatan buku rekening, semua mahasiswa diarahkan memilih salah satu diantara ke 3 Bank yaitu Bank BNI 46, BPD, dan BRI.
“Karena kas daerah itu berada di tiga Bank tersebut,” ujarnya.
Menurut Aminullah, untuk Beasiswa Pemda yang nantinya ditransfer ke rekening setiap mahasiswa sebesar Rp.1.500.000, tidak bisa ditarik oleh yang bersangkutan sebab sudah diblokir oleh pihal kampus untuk digunakan biaya pembayaran uang semester.
Begitu juga dengan mahasiswa yang mendapat beasiswa Pemda sebesar Rp.3.000.000 tidak bisa ditarik dan akan diblokir juga oleh pihal kampus untuk pembayaran uang semester selam dua semester.
“Karena untuk biaya semester saat ini, itu per satu semester Rp.1.500.000, berdasarkan SK Yayasan, sehingga tiga juta yang disalurkan oleh Pemda melalui bank BPD itu akan di blok oleh kampus,” tegasnya.
“Untuk yang belum ditagih ketika melakukan registrasi itu buku rekening nya belum jadi, karena pembuatan buku rekening itu secara bertahap, dari total mahasiswa 1.763 orang mahasiswa, itu yang jadi baru 568 yang sudah jadi buku rekening nya, untuk sisanya 700 lebih mahasiswa sementara diproses,” tutupnya., (Ode)