Vankasiruta – Bagi yang belum mengenalnya, lelaki kelahiran desa sambiki kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan ini terlihat pendiam dan sulit untuk diajak bicara. Namun jika kita telah mengenalnya lebih dekat, pemilik nama lengkap Agusti Talib,ST ini sangat asik diajak berdiskusi.
Apalagi kalau berbicara mengenai dunia usaha yang digelutinya, maka dia akan mengajak kita berpetualang dengan pengalaman hidupnya terutama didunia usaha tanpa ada kesan bahwa dia sedang menggurui lawan bicaranya.
Lelaki yang akrab disapa Gusti ini, kini terbilang berhasil membangun usahanya sebagai Konsultan Pertambangan. Tak heran, masa kecilnya hingga remaja sudah bersahabat dengan dunia tambang. kebetulan di tahun 1990-an ada tambang rakyat, tambang emas, di desa Anggai, sebuah desa yang hanya selemparan batu dengan desa Sambiki.
Gusti kecil dan orang tuanya yang petani, juga ikut mengais rezeki di lokasi tambang rakyat sebagai buru pikul. Hal ini tentunya dilakukan dengan membagi waktu ke kebun dan mencari emas.
Gusti menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD negeri sambiki, begitu juga SMP negeri 1 obi dan SMA negeri 1 obi. Penasaran dengan ilmu pertambangan, Dia pun melanjutkan studi S1 di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Pertambangan Umum dan pada tahun 2008 berhasil meraih Sarjana Teknik (ST)
Gusti yang dibesarkan dalam keluarga petani dan buruh pikul di tambang rakyat, memaksa dirinya membagi waktu semasa kuliah. gusti pandai membagi waktu antara kuliah dan megais rezeki di luar jam kuliah. Ia membangun karir sebagai pengusaha.
Gusti yang pernah berkecimpun di salah satu organisasi kemahasiswaan ini, semasa kuliahnya terbilang lebih aktif membangun dan mengembangkan usahanya sebagai kontraktor.
Sehingga meskipun masih dibangku kuliah, Dia sudah ikut berkompetisi dalam hal tender proyek-proyek baik di pemerintahan maupun di perusahan-perusahan swasta.
Selesai dibangku kuliah, suami dari Evi Desiyana Pansiraju ini pernah bekerja di beberapa perusahan pertambangan seperti pada tahun 2009-2011 bekerja PT. Gane Permai Sentosa yang merupakan Harita Group pada departemen Mining Geologi dan pada tahun 2012 bekerja PT. Weda Bay Nikel pada departemen yang sama. Tahun 2013 s/d tahun 2016 bekerja di PT. Wana tiara Persada
Setalah itu, Agus keluar dari perusahan dan mengembangkan karir sebagai konsultan dan kontraktor pertambangan. Atas jasanya itu, Dia dipercaya oleh perusahan-perusahan pertambangan sebagai Kepala Teknik Tambang seperti pada PT. Wana Halmahera Barat Permai. Dia juga tercatat sebagai POU (Pengawas Operasional Utama). Salah satu sertifikasi terbaik bagi para praktisi pertambangan yang diakui oleh kementrian ESDM.
Saat ini, Agus telah mendirikian perusahan sendiri yang bergerak di bidang konstruksi pertambangan yakni PT. Tria Mandiri Teknik (GROUP) dengan posisinya sebagai direktur utama. Ia juga mengembangkan PT. Obi Mayor Nusantara juga sebagai direktur. Selain membesarkan perusahaannya, Agus juga aktif di organisasi Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), saat ini dipercaya sebagai Bendahara Umum. “Kalau jujur, saya termasuk sangat aktif di Perhapi Malut” Tuturnya.
Gusti yang besar dari keluarga petani ini tidak jumawa pada kesuksesannya saat ini. Ia bercerita;
“Dalam membangun usaha ini, yang dibutuhkan adalah menjaga kepercayaan, komitmen dan keberanian untuk mencoba,” ucapnya.
Bahkan, Ia juga merekrut para jonior-joniornya lulusan pertambangan untuk bekerja sama mengembangkan perusahaannya saat ini.
Terkait pemberitaan yang mewacanakan dirinya dengan Eka Dahliana Usman pada pilkada 2024. Agus pun merespon dengan menyebutkan bahwa itu sebatas wacana. Menurutnya, politik membutuhkan sebuah komunikasi yang matang.
“Saat ini saya memang di kalangan pengusaha muda Obi sedang mendorong untuk maju sebagai 01 Halsel, tetapi kita lihat perkembangan dan komunikasi politik mendatang. Karena selain yang diberitakan paket Haja Eka dengan Saya. Tapi juga sudah ada yang hubungi dan temui saya oleh beberapa tokoh dan elite partai membicarakan pilkada Halsel,” tuturnya.
