Vankasiruta – Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Taekwondo Kabupaten halmahera Selatan (Halsel), Soadri ingratubun menganggap Cabor Taekwondo yang mengikuti Iven di Open Turnamen HUT Hamahera Utara (Halut) ke-19 di Tobelo, tidak resmi membawa nama Halsel.
Soadri Ingratubun melalui rilis yang disampaikan ke Redaksi vankasiruta.com pada selasa, 31 Mei 2022, mengatakan bahwa Cabor Taekwondo yang ikut dalm iven di Tobelo bukanlah atas nama Halsel tetapi atas nama club Taekwondo saja.
Pasalnya, sebagai Ketua Cabor Taekwondo Halsel, Soadri mengaku tidak megetahui kalau ada Cabor Taekwondo dari Halsel yang mengikuti iven di Tobelo.
“Kalau saya melihat simple saja. Kontingen taekwondo mengatas namakan Halmahera selatan itu boleh dibilang ilegal karena saya tdk pernah tau. Saya ini masih ketua aktif cabang olah raga Taekwondo Halmahera selatan,” Ucap Soadri.
Menurut Soadri, Harusnya Cabor Taekwondo yang akan mengikuti iven membawa nama Halsel diatur persiapannya dengan baik. Dimana, lanjut Soadri, selain atas sepengetahuannya, Club Taekwondo juga harus melapor kepada KONI dan Pemda Halsel.
“Dilaporkan kepada ketua KONI maupun Pemerintah Daerah dalam hal ini Pk Bupati sehingga dilakukan acara seremonial utk pelepasan kontingan,” Ujar Soadri.
Ia bilang, jika Club Taekwondo yang dibawa mengikuti iven atas batuan dana orang lain dan tanpa sepengetahuan Pemda dan KONI Halsel maka itu kesalahan pengurus Club itu.
“Jadi kalau ada pihak tertentu yg membantu dana awal utk kepentingan kebutuhan mereke ya salah sendiri. Dan terlalu naif kemudian pihak tertentu mengatakan bahwa KONI dan Pemda Halsel tdk mau tau dgn kondisi yg dialami kontingan taekwondo yg konon mengatas namakan Halmahera Selatan,” tegasnya.
Ia meminta agar masalah Club Taekwondo yang mengatasnamakan Halsel kemudian mendapat masalah saat mengikuti iven di Tobelo karena belum membayar uang pendaftaran, itu tidak perlu dipolemikkan.
“Sy himbau kepada pihak pihak yg mempolemikkan masalah ini agar stop dan diam krn persoalannya bukan seperti begitu. Itu kontingen ilegal,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Kontingen Cabor Taekwondo asal Halsel yang berlaga di Tobelo, Pdt. Nok B. Totononu saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Rabu (01/06/22), menyampaikan bahwa dirinya tidak mengenal Soadri Ingratubun dan tidak mengetahui kalau Dia (Soadri) adalah ketua Taekwondo Halsel.
“Saya tidak tau Dia (Soadri) itu Ketua, karena selama ini yang melatih anak-anak (atlet) di halsel dia tidak ada, jadi saya tidak kenal. yang saya tau ketua itu Sardi, tapi nanti saya tanya teman-teman pelatih yag lain dulu,” timpalnya.
Akan tetapi, Pdt. Nok membenarkan, club Taekwondo yang dibawanya tanpa sepengetahuan Pemda Halsel, namun hal itu bukanlah dilakukan dengan sengaja untuk mengabaikan pemda Halsel.
“Iya memang tidak sepengetahuan Pemda, karena saya sudah beberapa kali datang ke kantor bupati ingin menyampaikan langsung ke Sekda tetapi tidak berhasil ketemu beliau,” ungkap Pdt. Nok.
Pdt. Nok membantah jika dirinya dikatakan tidak berkoordinasi dengan KONI Halsel. Sebab, lanjutnya, sebelumnya ia juga sudah berkoordinasi dengan Sekretaris KONI Halsel, Arfandi Yusup terkait persiapan keberangkatan kontingen Cabor Taekwondo ke Tobelo.
“Saya sudah berokoordinasi dengan Sekretaris KONI Arfandi, tapi dia bilang Anggaran KONI belum cair, sementara waktu sudah mepet jadi saya berangkatkan saja apa adanya karena atlet yang dibawa ke Tobelo juga Atlet yang dipersiapkan ke Porprov jadi penting untuk bisa mengikuti iven ini agar bisa tau peraturan-peraturan yang dipakai diporprov nanti,”tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa masalah yang dihadapi saat ini yaitu pihaknya belum mampu membayar uang pendaftaran 19 atlet yang ikut dalam iven di Tobelo itu, sehingga 7 medali emas yang diraih atletnya ditahan panitia Iven untuk sementara menunggu penyelesaian pembayaran uang itu.
“jadi uang pendaftaran itu 1 atlet Rp.250.000 jadi kalau 19 Atlet itu Rp. 4.750.000 ditambah uang pendaftaran kontingen jadi genap Rp. 5.000.000,” terangnya.
Ia berharap, masalah uang itu tidak perlu dipolemikkan, dan jika tidak ada batuan dari Pemda atau KONI Halsel, maka dirinya akan berupaya melunasinya.
“Kalau ini jadi polemik biarlah nanti kita (Saya) dengan teman-teman pelatih yang cari solusinya,” tutupnya.
