Labuha – Ikatan Komunitas Desa Togale (IKDT) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) akan menggelar Forum Grup Diskusi (FGD), dengan tema “Membangun Halsel Dari Desa” di desa Labuha Bacan, dalam waktu dekat. Kegiatan FGD ini sebagai bentuk langkah awal dalam memulai eksistensi (peran) organisasi Paguyuban ini, sejak didirikannya IKDT bulan September 2021.
“Kegiatan ini akan digelar dimana area kerja IKDT dan benar-benar fokus pada Desa, terutama pada desa-desa Togale,”ungkap ketua Umum IKDT Halsel, DR. Iksan Subur Karamaha Atau ISK, melalui rilis yang disampaikan melalui Whatsapp, Rabu (13/010/21).
ISK mengaku, IKDT bakal menghadirkan Pembicara yang kompeten dalam setiap bidangnya dalam FGD tersebut, yakni dari kalangan Birokrat, Politisi dan Akademisi. Hal ini agar, lanjut ISK, FGD digelar untuk mengukur sejauh mana pengetahuan terkait persoalan-persoalan desa serta cara membijakinya.
“Forum Diskusi ini gelar untuk mempertemukan pikiran dan ide untuk semua komponen yang akan menjadi peserta sehingga permasalahan desa togale maupun non togale dapat teridentifikasi secara detail dan terurai untuk bisa melahirkan kreasi dalam mewujudkan desa cerdas di Halsel. Dan sekaligus memberikan pandangan bahwa Pemda Halsel dengan gagasan besar Smart City, maka IKDT juga punya pemikiran kedepan dengan Smart villages,”
ISK menjelaskan, saat ini pemerintah pusat melalui Kementrian Desa benar-benar memperhatikan desa, dimana desa tidak lagi dipandang berada pada posisi belakang, tetapi telah menjadi posisi halaman depan dalam fokus pembangunan. Hal ini, imbuhnya,dipandang sebagai sebuah spirit IKDT untuk dikumandangkan kepada seantero jazirah desa-desa togale di Halsel.
“Saat ini desa-desa maju di Halsel terbilang masih sedikit berdasarkan data penilaian Badan pusat statistik, maka IKDT akan mengambil peran penting untuk mengadvokasi dan mendorong agar setiap desa di Halsel bisa menjadi desa maju yang sudah barang tentu IKDT sebagai mediator akan tetap bersinergi dengan Pemda Halsel dalam sumbangsih pemikiran.
Ia berharap akhir dari kegiatan FGD nanti bakal melahirkan sebuah model desa maju yang berkarakter kepulauan dan bisa menjadi percontohan bagi desa-desa di Indonesia. Sudah barang tentu, tambahnya, kerjasama semua elemen pemerintah menjadi bagian terpenting sebagai aktor kebijakan demi terwujudnya desa maju.
“Konsep di atas seiring dengan perhatian pemerintah secara khusus pada desa-desa di wilayah timur Indonesia dengan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Konsep ini dalam pengelolaannya adalah pembentukan kawasan perdesaan yang kuat secara ekonomi, terutama dalam pengembangan potensi desa yang dimilikinya dan hal ini sangat cocok dengan kawasan-kawasan perdesaan di Halsel. Semua pemikiran ini yang bakal di bahas dalam FGD nanti,” tutupnya. (red)
