Vankasiruta – Tahun anggaran 2025, hampir memasuki paruh kedua, namun paket proyek di dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan yang seharusnya sudah mulai dikerjakan, justru terlambat ditenderkan. Dari 26 kegiatan yang direncanakan pada tahun ini, hingga Juli 2025, baru satu kegiatan yang sudah ditenderkan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kualitas pendidikan dan infrastruktur di kabupaten tersebut.
Berdasarkan informasi dan keterangan resmi, pemerintah daerah kini terjebak dalam ketidaksiapan perencanaan. Fakta ini memicu berbagai pertanyaan: Mengapa hal ini bisa terjadi?
Keterlambatan tender ini, yang terjadi di tengah tahun anggaran, berpotensi mengganggu pelaksanaan sejumlah proyek penting. Di antara paket proyek yang tertunda, bisa jadi terdapat renovasi dan pembangunan gedung sekolah, pengadaan alat peraga pendidikan, serta pengembangan sistem pembelajaran digital di beberapa sekolah. Semua proyek ini seharusnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas di Halmahera Selatan, yang saat ini masih terbatas.
Menurut Kepala BPBJ (Badan Pengadaan Barang dan Jasa) Kabupaten Halmahera Selatan, Muhammad Imron, keterlambatan tender ini disebabkan lambatnya perencanaan.
“Setahu saya perencanaannya yang terlambat,” jelas Imron dalam wawancara, Jumat (04/07/25).
Akibat dari terlambatnya perencanaan, baru 1 proyek yang ditenderkan dari 26 Paket Proyek di Dinas Pendidikan.
“Yang sudah ditender itu baru 1 yaitu proyek penambahan ruang kelas SD Negeri 115 Halmahera Selatan. Tapi kemarin sudah ada masuk 9 paket tapi belum di tenderkan,” ungkap Imron.
Tahun anggaran 2025 masih menyisakan waktu, namun jika perencanaan dan tender tidak segera selesai, maka Halmahera Selatan akan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang sangat dibutuhkan. Dinas Pendidikan, BPBJ, dan seluruh pihak terkait harus bergerak cepat agar program pembangunan ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
