Bupati Halteng Terima Delegasi Mercedes-Benz, BMW, dan Volkswagen Bahas Dampak Industri Nikel di Teluk Weda

Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, didampingi Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, menghadiri diskusi bersama delegasi produsen otomotif Eropa dalam rangka kunjungan lapangan Program Nickel Impact Program Indonesia (NIPI), yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Halmahera Tengah, kamis (26/02/26). (Foto: Cenko).

Vankasiruta – Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, didampingi Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, menghadiri diskusi bersama delegasi produsen otomotif Eropa dalam rangka kunjungan lapangan Program Nickel Impact Program Indonesia (NIPI), yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Halmahera Tengah, kamis (26/02/26).

Delegasi tersebut merupakan perwakilan dari sejumlah perusahaan otomotif terkemuka Eropa, yakni Mercedes-Benz, BMW, dan Volkswagen. Kehadiran mereka bertujuan meninjau langsung implementasi program serta berdiskusi mengenai dampak sosial dan lingkungan di wilayah industri nikel, khususnya di kawasan Teluk Weda.

Bacaan Lainnya

Program NIPI digawangi oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan dikoordinasikan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Program ini telah berjalan sejak 28 Oktober 2025 dan difokuskan untuk mendukung masyarakat di 10 desa sekitar wilayah tambang dan industri pengolahan nikel PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Dalam forum diskusi, berbagai isu strategis dibahas secara mendalam, terutama terkait kondisi sosial masyarakat dan tantangan lingkungan di sekitar kawasan industri. Beberapa poin utama yang menjadi perhatian meliputi aspek kesehatan masyarakat, peningkatan akses air bersih, serta perlindungan ekosistem pesisir di Teluk Weda.

Bupati Ikram M. Sangadji menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam mendorong pembangunan industri yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Kami menyambut baik kehadiran delegasi dan kolaborasi melalui Program NIPI ini. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan aktivitas industri berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kesehatan warga, akses air bersih, serta kelestarian ekosistem Teluk Weda menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab dan transparan.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan dapat tersusun agenda kerja lanjutan yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperkuat sistem pengawasan dan pendampingan bagi desa-desa terdampak industri. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan bahwa investasi dan pembangunan daerah harus berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan demi kepentingan generasi mendatang.

Pos terkait