Vankasiruta – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Wakil Bupati secara resmi membuka Pertemuan Pengenalan Inisiatif Net Zero Industrial Precinct (NZIP) Fase 2 pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Ruang Rapat Bupati, Kantor Bupati Kabupaten Halmahera Tengah.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional, Nomor: B/200/KPAII.3/PW/II/2025 tanggal 5 Februari 2026, perihal Pengenalan Kegiatan Net Zero Industrial Precinct (NZIP) Fase 2 di Precinct Industri Halmahera.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Climateworks Centre dalam mengembangkan inisiatif NZIP guna mendukung percepatan transisi industri menuju rendah karbon serta pencapaian target net zero emission Indonesia tahun 2060 atau lebih cepat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Halmahera Tengah menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program NZIP di wilayah Halmahera Tengah.
“Kabupaten Halmahera Tengah merupakan salah satu kawasan industri strategis di Indonesia. Oleh karena itu, komitmen terhadap pembangunan industri yang berkelanjutan dan rendah karbon menjadi hal yang sangat penting. Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi NZIP Fase 2,” ujar Wakil Bupati.
Pertemuan ini merupakan bagian dari pelaksanaan NZIP Fase 2 yang bertujuan memperkenalkan konteks, tujuan, dan pendekatan program kepada pemerintah daerah, serta membangun pemahaman dan koordinasi awal antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan precinct rendah karbon.
Inisiatif NZIP sendiri merupakan pendekatan dekarbonisasi berbasis kawasan (place-based decarbonisation) yang mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menurunkan emisi secara kolektif melalui pemanfaatan infrastruktur bersama, integrasi energi terbarukan, serta penerapan teknologi rendah karbon.
Pada Fase 1 (2024–2025), kegiatan NZIP telah menghasilkan kerangka metodologis serta pemetaan awal sektor dan kawasan industri prioritas di Indonesia. Memasuki Fase 2 (2025–2028), fokus diarahkan pada penyusunan peta jalan transisi (transition pathways) serta penguatan koordinasi lintas lembaga di tingkat nasional dan daerah.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Perindustrian RI, tim dari Climateworks Centre, Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Tengah, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD terkait, serta perwakilan perusahaan dan pemangku kepentingan sektor industri di Halmahera Tengah.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor industri dalam mewujudkan kawasan industri Halmahera Tengah yang berdaya saing, berkelanjutan, dan rendah karbon.
