Vankasiruta – Iswan Hasjim, Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) ke 2, lebih memilih bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan daripada ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Padahal, selama ini, Iswan diketahui lebih dekat dengan salah satu tokoh PKS Propinsi Maluku Utara Bahkan ditingkat Nasional yakni, Dr. Muhammad Kasuba (MK), yang juga Bupati Pertama Halsel.
Kedekatan Iswan Hasjim dengan MK terlihat sedari awal hingga akhir masa kepemimpinan MK sebagai Bupati Halsel. Dimana dimasa Kepemimpinan MK sebagai Bupati Halsel dua periode, Iswan Hasjim saat menjadi Pegawai Negeri sipil dipercayakan memimpin kurang lebih 8 Badan/Dinas.
Bahkan, MK meminta Iswan untuk mendapingi atau berpasangan dengan Bahrain Kasuba, dalam Pilkada 2015 lalu, dan terpilih mejadi Bupati dan Wakil Bupati Halsel ke 2.
Iswan menjadi Wabup Halsel saat itu dengan berbaju Partai Hanura, dan bahkan sempat memimpin DPC Partai Hanura Halsel.
Setelah melepas jabatannya sebagai Wakil Bupati Halsel, Iswan kini dikabarkan telah bergabung dengan Partai Bergambar Kepala Banteng itu. Hal ini sempat dibenarkan oleh Ketua DPC PDI Perjuagan Halsel, Benyamin Daud.
“Iya Beliau (Iswan hasjim) sudah bergabung ke PDI Perjuangan,” ungkap Benyamin Daud kepada media ini beberapa waktu lalu.
Terpisah, Iswan Hasjim ketika dikonfirmasi wartawan media ini membenarkan bahwa dirinya kini telah bergabung ke PDI Perjungan dengan jabatan Ketua Dewan Kehormatan DPC PDI Perjuangan Halsel.
“Iya, Saya sekarang menjabat Ketua Dewan Kehormatan DPC PDI Perjuangan Halsel,” ucapnya saat dihubungi melalui telepon genggam, senin (09/01/23).
Sebagai Politisi, kata Iswan, pilihannya bergabung ke PDI Perjuangan tidak memiliki alasan khusus, melainkan untuk meneruskan sebuah cita-cita awal untuk mengabdi dan berbuat untuk masyarakat Halsel.
Ditanya soal pilihanya ke PDI Perjuangan daripada ke PKS, Iswan menjelaskan, dirinya ingin menunjukkan kemandiriannya dalam dunia politik kepada publik.
“Iya saya selama ini dekat dengan Pak MK tapi ini politik dan saya ingin menunjukkan kepada publik bahwa inilah Iswan Hasjim. Tidak mungkin kita harus terus berada dibawah bayang-bayang Kebesaran orang lain,” terang Iswan.
Iswan mengaku, dirinya memang dekat dengan MK namun, menurutnya MK adalah salah satu tokoh politik yang rasional sehingga tidak akan memaksakan setiap orang dekatnya untuk harus bergabung ke PKS.
“Saya dekat dengan MK bahkan dia saya anggap orang tua, tetapi beliau sangat rasional da tidak pernah memaksakan setiap orang untuk harus bergabung dengan partainya (PKS),” akunya.
Ia menegaskan, bergabungnya ke partai besutan Mega Wati Soekarno Putri ini, merupaka langkah awal dalam mewujudkan keinginannya untuk bertarung pada Pemilihan Bupati Halsel 2024 nanti.
Hal ini menurutnya, bukanlah hal baru mengingat dirinya sudah pernah menjadi Wakil Bupati di periode sebelum masa Kepemimpinan Usman-Bassam.
“Tidak bisa dipungkiri hanya degan jalan ini (Ikut Pilbup) kita bisa melihat dan berbuat sesuatu yang lebih besar. Waktu menjadi Wakil Bupati itu kan saya sudah berpolitik jadi untuk melanjutkan untuk bisa berbuat dan mengemban amanah rakyat dan berbuat untuk masyarakat Halsel ya harus dengan jalan ini. Tapi pastinya harapan untuk berbuat lebih besar dan lebih baik harus juga didukung oleh masyarakat, bukan harapan kita sendiri saja,” tuturnya.
Selain itu, keinginannya untuk bertarung dala Pilbup Halsel 2024 nanti tergantung perolehan kursi Partainya saat ini dalam Pemilihan Legislatif pada Februari 2024 nanti.
“Tapi semuanya itu kita melihat perolehan kursi (PDI Perjuagan) di hasil Pileg nanti,” tutup Iswan.















