Vankasiruta – Di tengah luka sosial yang belum sepenuhnya pulih akibat konflik antara Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, secercah harapan hadir dari ruang-ruang kelas. Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, memilih turun langsung menyapa para siswa di SMP Negeri 6 Banemo, Kecamatan Patani Barat—membawa pesan damai dan memulihkan semangat belajar generasi muda.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons dampak psikologis yang dialami masyarakat, terutama para pelajar yang sempat kehilangan rasa aman dan kenyamanan dalam menempuh pendidikan.
Didampingi Camat Patani Barat, kehadiran Bupati Ikram disambut hangat oleh para guru dan siswa. Suasana haru dan antusias menyatu, terlebih sebagian siswa baru saja menuntaskan ujian sekolah di tengah situasi yang tidak mudah.
Di hadapan para siswa, Bupati Ikram berbicara lugas namun menyentuh. Ia mengurai makna konflik sosial dan dampaknya yang nyata bagi kehidupan mereka.
“Konflik sosial seperti yang terjadi saat ini membawa banyak dampak negatif. Adik-adik tidak bisa menjalani proses belajar secara normal, hubungan pertemanan menjadi renggang, bahkan muncul rasa takut untuk bersekolah. Ini kerugian besar bagi kita semua,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa anak-anak adalah pihak paling rentan dan paling dirugikan dalam setiap konflik. Bukan hanya pendidikan yang terganggu, tetapi juga kehidupan keluarga ikut terdampak.
“Kalau konflik terus terjadi, yang paling dirugikan adalah kalian. Pendidikan terganggu, masa depan bisa terhambat. Orang tua juga tidak bisa bekerja seperti biasa. Ini berdampak pada ekonomi keluarga,” tegasnya.
Dalam momen tersebut, Ikram juga menanamkan peran penting kepada para siswa sebagai agen perdamaian. Ia mengajak mereka menjadi penyampai pesan-pesan positif di lingkungan keluarga, agar tidak mudah terprovokasi dan mampu meredam potensi konflik di masa depan.
Usai berdialog dengan siswa, Bupati melanjutkan pertemuan bersama para guru. Kepada para tenaga pendidik, ia menekankan pentingnya peran strategis guru dalam membangun pola pikir yang sehat dan menyejukkan di tengah masyarakat.
“Ibu dan bapak guru memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang siswa. Mari kita bersama memberikan edukasi yang menenangkan, baik kepada siswa maupun lingkungan sekitar. Jangan mudah terprovokasi. Kita harus bergandeng tangan menciptakan Halmahera Tengah yang aman dan harmonis,” pesannya.
Kunjungan ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam memulihkan kondisi sosial pasca konflik. Lebih dari itu, ini adalah upaya memastikan bahwa pendidikan tetap berjalan, dan harapan anak-anak tidak ikut padam di tengah gejolak yang pernah terjadi.








