Vankasiruta – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di wilayah lingkar tambang, Kabupaten Halmahera Tengah, memicu keluhan serius dari masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang menggantungkan aktivitasnya pada pasokan listrik stabil.
Sejumlah pengusaha kos-kosan, penginapan, rumah makan, serta pelaku usaha kecil dan menengah lainnya mengaku mengalami kerugian materil akibat seringnya listrik padam. Mereka menilai, kondisi ini berdampak langsung pada keberlangsungan usaha dan menurunkan tingkat kepercayaan pelanggan.
“Banyak bahan makanan seperti ikan dan daging rusak karena listrik mati berjam-jam. Ini jelas merugikan kami,” ujar ketua Pemuda desa Sawai, Simon Burnama, yang juga masuk wilayah lingkar tambang kecamatan Weda Tengah, minggu (15/02/26).
Tak hanya kerugian akibat bahan makanan yang rusak, para pemilik kos juga menghadapi penurunan jumlah penghuni. Sejumlah karyawan perusahaan dilaporkan memilih pindah ke mess yang disediakan perusahaan karena fasilitas kos tidak lagi memadai akibat seringnya pemadaman listrik, termasuk terganggunya kebutuhan air dan penerangan.
Simon menilai kondisi ini sebagai ancaman serius bagi perekonomian warga lingkar tambang yang sebagian besar menggantungkan mata pencaharian pada usaha kos-kosan dan sektor jasa lainnya yang berbasis listrik.
Atas situasi tersebut, masyarakat lingkar tambang mendesak pihak PLN, khususnya Unit Weda, untuk bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan. Mereka juga menuntut adanya ganti rugi kepada pelaku usaha yang terdampak.
Selain itu, Simon meminta evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PLN di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah. Bahkan, muncul tuntutan agar Kepala PLN Weda dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak mampu menangani persoalan kelistrikan yang terjadi di kawasan lingkar tambang, mulai dari Weda Tengah hingga Weda Timur.
Simon juga mendesak DPRD Kabupaten Halmahera Tengah untuk bersikap tegas dan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja PLN, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) II yang disebut paling sering terdampak pemadaman.
Ia berharap ada langkah konkret dan solusi jangka panjang agar stabilitas pasokan listrik di wilayah lingkar tambang dapat terjamin, demi menjaga keberlangsungan usaha dan perekonomian masyarakat setempat.
