Apdesi Halsel Undang OKP, Ormas Paguyuban dan LSM, Ini yang Dibicarakan

Vankasiruta – Jelang pelantikan, Pengurus DPC Apdesi Halmahera Selatan (Halsel), menggelar rapat koordinasi lintas organisasi dengan sejumlah OKP, Ormas, Paguyuban dan LSM, di sekretariat Apdesi, desa Tomori Kecamatan Bacan, minggu (18/06/23) malam.

Hadir dalam pertemuan itu ketua Apdesi Iswadi Ishak, Sekretaris Apdesi, Suaib Yunus, Bendahara Apdesi, Alhajir Marsaoly, Sekretaris Paguyuban Makayoa, Mahdi Jasim, Tenaga Ahli Profesional Pendamping Desa Halsel, Edi Udin, sejumlah Pimpinan dan pengurus OKP, Ormas, Paguyuban dan LSM serta pengurus Apdesi.
Ketua Apdesi Halsel yang bakal dilantik pada 22 Juni, Iswadi Ishak dalam rapat koordinasi lintas organisasi sengaja digagas Apdesi untuk membangun kemitraan yang baik.

Bacaan Lainnya

Iswadi Ishak mengatakan, tujuan digelarnya rapat itu sebagai media untuk saling bertukar ide dan gagasan, lebih khusus saran dan ide dari OKP, Ormas, Paguyuban dan LSM kepada Apdesi yang pengurusnya adalah para Kades lingkup Halsel.

“Ide dan gagasan dimaksud biar kita sebagai anak Daerah dapat berkontribusi dalam membangun Halsel, yang itu kita bangun dari desa,” kata Iswadi yang juga Kepala Desa Dolik Kecamatan Gane Barat Utara.

Untuk itu, tambah Iswadi, kiranya dalam rapat itu, Para Petinggi organisasi diajak agar bisa memberi masukan dan saran terkait kekeliruan maupun kesalahan yang sering dibuat Kades terkait pengelolaan DD dan lain-lain.

Sekretaris Umum Makayoa, Mahdi Jasim, menyarankan kepada Ketua Apdesi yang bakal dilantik pada 22 Juni, agar lebih fokus terkait manajemen dan kepemimpinan dalam organisasi.

“Sebab dalam beberapat tahun terakhir ini kita lihat Apdesi terlihat fakum sehingga butuh manajemen organisasi dari Ketua Apdesi saat ini untuk bisa membawa organisasi ini bisa lebih baik lagi kedepan, karena Apdesi ini sangat luar biasa dengan 249 yang ada di Halsel,” tuturnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Profesional Pendampin Desa Halsel, Edi Udin, berharap Apdesi bisa bersinergi dengan Pendamping desa, sebagaimana perintah Undang-Undang Nomor 6 tentang desa.

“Saya juga berharap agar Apdesi bisa menjadi payung bagi seluruh Kades di Halsel dalam kerja-kerja pemerintahan dan pemberdayaan di desa untuk membangun desa dan Halsel,” pinta Tutur Edi.

Saran dari LSM Aliansi Indonesia agar kades tidak lagi membiasakan diri melakukan pinjaman uang dari para rentenir yang dengan konsekuansii bunga pinjaman yang cukup tinggi.

“Saran saya stop sudah budaya bapinjam di rentenir ada baiknya Apdesi buat Koperasi biar bisa memudahkan parra kades yang butuh uang bisa langsung ke Koperasi Apdesi jangan lagi di Aboi,” ujarnya.

Merespon saran dari peserta rapat itu Ketua Apdesi Iswadi juga menambahkan, untuk tidak lagi meminjam uang dari para rentenir, solusi yang ditawarkan adalah pengurus Apdesi dan juga seluruh Kades yang lain ddi Halsel bersedia menyetor setiap bulan dengan jumlah yangg disepakati untuk Uang Kas Apdesi.

“Uang kas ini bisa jadi solusi biar kalau ada kekurangan atau kebutuhan kades bisa langsung ke Apdesi untuk pakai uang kas Apdesi tidak lagi ke rentenir dengan bunga yang pinjaman yang besar,” ujarnya.

“Lintas koordinasi antara lembaga organisasi ini berjalan dengan baik, dimana kalau ada Kades yang dianggap melakukan kesalahan maka diharapkan bisa dibicarakan dengan Apdesi sebelum ditindaklanjuti ke ranah lain seperti dipublis di media maupun dilaporkan ke Dinas terkait bahkan ke Aparat Penegak Hukum,” pintanya.

Pos terkait