Lanjutkan Program PELITA, Harita Nickel Gandeng BPVP Ternate Perkuat Keterampilan Lokal

Penandatanganan kerja sama angkatan ke-5 Program PELITA antara Harita Nickel dan BPVP Ternate di Ternate. (Foto: Harita)

Vankasiruta – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah lingkar industri terus diperkuat. Harita Nickel menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate di bawah Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri sekaligus mendorong tumbuhnya kewirausahaan lokal.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sebagai bagian dari angkatan ke-5 Program PELITA (Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda)—program vokasi unggulan Harita Nickel di Pulau Obi yang secara konsisten dijalankan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda di wilayah lingkar tambang.

Bacaan Lainnya

Pada pelaksanaan angkatan kali ini, sebanyak 16 pemuda asal Desa Kawasi akan mengikuti pelatihan selama satu bulan di BPVP Ternate. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menjawab kebutuhan jasa di kawasan industri dan pemukiman yang terus berkembang di Pulau Obi.

Kepala Sub Bagian Umum BPVP Ternate, Mika Bungin Bangalino, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, kemitraan antara dunia industri dan lembaga pelatihan menjadi jembatan penting agar masyarakat memperoleh keterampilan yang relevan dan tersertifikasi.

“Melalui program ini, warga dibekali keahlian yang dapat langsung diterapkan, baik untuk bekerja di sektor industri maupun membuka usaha secara mandiri,” ujarnya di Kantor BPVP Ternate, Jumat (12/3/2026).

Pada tahap awal, pelatihan difokuskan pada program Teknisi AC Residensial. Kejuruan ini dipilih untuk menjawab kebutuhan pemeliharaan perangkat pendingin ruangan, baik di rumah tangga maupun fasilitas operasional industri. Program pelatihan dijadwalkan mulai berjalan pada minggu kedua April 2026, dengan sistem pembelajaran dan sertifikasi yang mengacu pada standar kompetensi nasional.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, mengatakan pemilihan BPVP Ternate didasarkan pada kelengkapan fasilitas pelatihan, ragam kejuruan, serta sistem pembelajaran berbasis kompetensi yang telah teruji.

“Kami melihat fasilitas dan sistem pembelajaran di BPVP Ternate sangat memadai. Melalui Program PELITA, kami ingin memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan standar industri dan kebutuhan pasar,” ujar Broto yang akrab disapa Gatot.

Menurutnya, konsistensi pelaksanaan Program PELITA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif di Pulau Obi. Penguatan kompetensi masyarakat lokal diharapkan tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga mendorong lahirnya usaha jasa mandiri di tengah masyarakat.

Gatot juga menegaskan bahwa meskipun program ini menyasar masyarakat lingkar tambang, proses penyerapan tenaga kerja tetap mengikuti regulasi serta kualifikasi yang berlaku di perusahaan.

“Kepemilikan sertifikasi kompetensi diharapkan meningkatkan daya saing peserta, baik untuk peluang kerja di sektor industri maupun untuk melayani kebutuhan jasa yang terus berkembang di masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, Harita Nickel akan terus melakukan pemetaan kebutuhan kejuruan yang relevan agar Program PELITA dapat berjalan adaptif dan berkelanjutan, seiring dengan pesatnya perkembangan kawasan industri di Maluku Utara. ***

Pos terkait