Vankasiruta – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, dalam video yang diposting di media sosial, baru-baru ini terlihat hadir di Desa Sum, Obi Timur, ikut merayakan panen padi ladang petani. Di sana, ia berbicara soal visi pembangunan yang menggabungkan pertanian dan kelautan atau yang disebut agromaritim. Konsepnya terdengar menarik dan penuh harapan.
Tapi bagaimana kalau kenyataannya lahan bertani di pulau Obi kedepannya makin sempit karena tambang terus merambah? Banyak kebun warga yang harus diserahkan ke perusahaan tambang. Apalagi laut, yang jadi sumber penghidupan warga pesisir, berisiko tercemar limbah tambang.
Sebagai redaksi, kami merasa pernyataan soal agromaritim ini kurang pas disampaikan di tengah masyarakat Pulau Obi yang hampir tiap tahun harus menghadapi tekanan lajunya konsesi tambang.
Jadi, beranikah Bupati Bassam bilang, “Stop dulu masuknya perusahaan tambang ke Pulau Obi,” supaya lahan warga tetap aman dan laut tetap bersih? Kalau iya, langkah apa yang akan disiapkan pemerintah daerah supaya visi agromaritim bisa berjalan? Misalnya, menata wilayah dengan zonasi jelas, memperkuat fasilitas pertanian dan perikanan, serta jaga lingkungan dari pencemaran.
Pernyataan seperti ini harus diikuti dengan aksi nyata menghentikan ekspansi tambang yang merugikan warga agar visi pembangunan yang disebut agromaritim tidak hanya jadi janji manis.
Harapan kita, visi pembangunan ini bukan hanya omongan, tapi jadi komitmen nyata yang membuat masyarakat Obi dan seluruh Halmahera Selatan bisa hidup lebih baik tanpa harus kehilangan lahan dan lingkungan mereka.








