Vankasiruta – Anggota Fraksi Demokrat Perjuangan DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Kisman Abdullah membawa keluhan Masyarakat Dapil Gane, terkait kebutuhan infrastruktur jalan kepada Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba.
Kisman Abdullah menyampaikan bahwa masyarakat dari beberapa desa mempertanyakan pembangunan jalan hotmix Samo Lalubi yang gagal dibangun di tahun ini (2025).
Kisman mengaku, dirinya sangat prihatin saat melihat langsung kondisi badan jalan Samo-Lalubi yang sudah rusak parah dan sangat rentan terjadi kecelakaan ketika dilewati warga setempat.
“Soal jalan Lalubi-Samo, Saudara Bupati sudah 25 tahun masyarakat tidak lagi menikmati jalan hotmix. Kasihan anak-anak sekolah yang harus melewati jalan itu untuk menuju sekolah, karena kondisi badan jalan sudah seperti sawah, saudara Bupatijuga sudah dua kali melewati jalan itu dan sudah bisa melihat kondisi jalan tersebut. Kasihan,” tutur Kisman didepan Bupati Bassam dalam forum rapat paripurna yang diselenggarakan DPRD, selasa (20/05/25) malam.
Menurut Kisman, Pemerintah seharusnya mencari cara alternatif untuk bisa membangun jalan Lalubi-Samo jika, 9, 2 Miliar yang seharusnya digunakan membangun badan jalan tersebut tahun 2025, harus masuk dalam efisiensi anggaran. Sehingga, lanjut Kisman, masyarakat bisa melewati jalan tersebut tanpa kkekhawatiran akan kecelakaan.
“Kasihan, kemarin ada masyarakat yang antar orang sakit dari puskesmas (yang letaknya) di desa Sumber Makmur mau rujuk ke Kabupaten, ketika lewat jalan itu harus dorong mobil demi menyelamatkan nyawa orang yang sakit,” tukasnya.
Selain itu, Kisman juga mempertanyakan nasib 8 rumah milik warga desa Kotalou yang rusak akibat banjir kurang lebih 8 bulan lalu di desa tersebut, yang sampai saat ini belum ada sentuhan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.
“Saudara Bupati sudah lihat langsung, apa tanggapan Saudara Bupati. Sampai sekarang mereka masih bertanya-tanya apakah rumah mereka masih bisa dibangun atau tidak,” cecar Kisman.
Menanggapi keluhan masyarakat Gane yang disampaikan oleh salah satu Anggota DPRD dapil setempat, Bupati Bassam Kasuba menyampaikan bahwa untuk pembangunan badan jalan rute Lalubi-Samo itu menggunakan anggaran DAK Spesifik Grant dalam APBD Pokok 2025. Dimana, lanjut Bassam, anggaran tersebut masuk atau terkena efisiensi anggaran, sehingga tidak bisa dibangun pada tahun ini.
Politisi PKS ini menjelaskan, Efisiensi anggaran tahun ini senilai Rp.129 Miliar, termasuk didalamnya anggaran pembangunan jalan Hotmix Samo-Lalubi yang akhirnya belum bisa dibangun pada tahun ini (2025).
“Tapi secara mendasar menu-nya kita tidak hilangkan dalam SIPD. Karena Kita berharap ada relaksasi dari Kementrian Keuangan agar bisa masuk lagi agar bisa Kita Proses,” terangnya.
Meski begitu, Menurut Bassam, Pemerintah sudah melakukan langkah penanganan dengan menurunkan tim teknis dari Dinas PUPR. Dimana, langkah yang akan diambil yakni dengan melakukan Sirtu pada badan jalan Rute Samo-Lalubi itu yang kurang lebih 5-6 kilometer.
Sementara itu, Bassam mengakui untuk menangani sirtu jalan Samo-Lalubi cukup berat, karena bahannya (Material) harus diambil dari Kabupaten Halmahera Tengah. Sehingga membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Sehingga Kita harus putar otak dari mana kemudian anggaran yang ada, dari anggaran (APBD) pokok untuk kemudian bisa dialihkan kesana,” imbuhnya.
Ia berharap, adanya relaksasi dari efisiansi anggaran oleh kementrian keuangan , sehingga program yang semestinya dilaksanakan tahun ini bisa berjalan sebagaimana mestinya.















