Vankasiruta – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Aktifis Demokrasi (Parade) Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa menyoroti persoalan perekrutan tenaga kerjada dan pencemaran lingkungan di pulau Obi, Kamis (03/11/22).
Parade menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi Halsel dan kantor Perwakilan Harita di Bacan.
Koordinator aksi, Sahmar S. M Zen, dalam orasinya didepan kantor Disnakertrans menyampaikan, PT Harita Group dinilai tidak adil dalam perekrutan tenaga kerja. Sebab, masi banyak keluhan masyarakat terkait perekrutan tenaga kerja yang memprioritaskan putra daerah Halmahera Selatan.
“PT Harita Group masih belum memprioritaskan putra daerah dalam perekrutan tenaga kerja dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga tidak memiliki data yang valid terkait jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mendiami pulau Obi,” teriaknya
Selain perekrutan tenaga kerja, Parade juga menyoroti masalah pencemaran lingkungan akibat limbah tambang yang terbunag ke laut Obi.
“PT Harita Group harus bertanggung jawab terkait masalah pencemaran lingkungan dilaut Obi. Pencemaran lingkungan ini menyebabkan masyarakat pesisir pulau Obi kehilangan mata pencarian mereka sebagai nelayan lokal,” teriak Sahmar didepan Kantor perwakilan PT Harita.
Sesuai data yang dikantongi, lanjut Sahmar, mulai dari perairan desa Desa Akegula samapai Desa Soligi bagian selatan, memperlihatkan perairan laut Pulau Obi terutama di Desa Kawasi menuju Desa Soligi, telah terdampak limbah nikel perusahaan.
Sahmar menjelaskan, sebagaimana hasil riset salah satu Akademisi salah satu kampus ternama di Maluku Utara, yang mengatakan perairan di desa Kawasi dan sekitarnya telah tercemar. Dimana diduga penemaran itu terjad akibat limbah dari Perusahaan nikel yang beroperasi di Obi.
“Itu hasik penelitian, kita khawatir jangan sampai ikan yang ditangkap nelayan dari perairan Obi sudah tercemar limbah, dan ini bisa berdampak pada manusia bila mengkonsumsi ikan tersebut,” jelasnya.
Disamping itu, tambah Sahmar, kondisi perairan laut tersebut, juga sangat berpengaruh dengan hasil tangkap nelayan setempat. Dimana hasil melaut para nelayan Obi akan menurun akibat tercemarnya perairan sekitar lokasi penangkapan ikan. Atas dasar itulah, Parade mendesak PT Harita Group untuk bertanggungjawab dan melakukan rehabilitasi lingkungan yang sudah tercemar.
“Kami minta Harita harus bertanggungjawab. Kemudian informasi yang kami dapat, KPK juga mengakui ada pencemaran saat mengunjungi Pulau Obi,” ungkapnya
Parade menegaskan, akan melakukan konsolidasi besar-besaran, dengan melibatkan masyarakat dan elemen-elemn strategis di Halmahera Selatan untuk menduduki Kantor Perwakilan PT Harita Group di Bacan, jika tuntutan mereka diabaikan.
“Kalaupun tuntutan yang kami sampaikan ini tidak diakomodir, kami pastikan gerakan berikut kami akan menurunkan masa yang lebih besar untuk memboykot kantor perwakilan Harita yang da di Bacan,”, tegasnya.
Setelah berorasi di dua titik aksi, Parade yang terdiri dari beberapa Pemuda langsung membubarkan diri dengan tertib.
Aksi yang digelar Parade ini juga dikawal petugas Kepolisian Polres Halsel.















