Vankasiruta – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba dijemput ribuan warga di Bandara Oesman Sadik, kamis (06/02/25). Kedatangan Bassam Kasuba dari Jakarta diketahui usai mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), beberapa hari lalu.
Pantauan media ini, ribuan warga Halmahera Selatan, telah memenuhi Bandara Oesman Sadik di desa Hidayat Kecamatan Bacan, pada pukul 15.00. WIT. Selain itu, sejumlah pejabat eselon II dan III di Pemerintah kabupaten Halmahera Selatan juga ikut menjemput Bupati Bassam Kasuba di Bandara Oesman Sadik sore itu.
Setiba dibandara Oesman Sadik dengan penerbangan Wings Air ATR72600, pada pukul 16.30 WIT, Bupati Bassam Kasuba dan istri tercinta, Rifa’at Al-Saadah serta rombongannya, dijemput dengan tarian Cakalele. Setelah itu, iring-iringan dengan ribuan massa penjemputan itu langsung diarahkan keliling seputaran kota labuha setelah itu langsung ke Kediaman Bupati di desa Papaloang, kecamatan Bacan Selatan.
Idris, salah satu warga yang ikut dalam penjemputan itu mengaku, penjemputan ini dilakukan karena hasil keputusan MK beberapa hari lalu yang menolak Gugatan para paslon no 2 dan 1 yang menggugat Bassam Kasuba sebagai calon Petahana, pada Pilkada 2024 lalu.
“Iya ribuan warga ini merupakan pendukung dan simpatisan Bupati Bassam yang maju sebagai petahana pada Pilbup 2024 lalu. Karena MK sudah tolak gugatan para penggugat maka Bassam Lanjut 2 periode sebagai Bupati Halmahera Selatan,,” ungkapnya.
Terpisah, Idhar warga desa Cango, kecamatan Gane Barat, yang mengaku sebagai pendukung nomor urut 3 (Bassam Kasuba), pada pilbup Halmahera Selatan 2024 lalu, menuturkan bahwa, keikutsertaan dalam penjemputan itu sebagai ungkapan suka cita atas keberlanjutan kepemimpinan Bassam sebagai Bupati Halmajera Selatan diperiode kedua usai Putusan MK beberapa hari lalu.
“Torang (Kami) bangga atas kemenangan Bassam Kasuba jadi torang jemput dia di Bandara itu usai ikut sidang putusan MK di Jakarta itu,” ucapnya.
Usai penjemputan dan keliling kota labuha, menggunakan kendaraan roda 2 dan 4, dengan titik akhir di kediaman Bupati di desa Papaloang, sejumlah warga pun langsung membubarkan diri dengan tertib dan aman.















