Vankasiruta – Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha lahir di Desa Anggai, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, merupakan anak keempat dari 5 bersaudara. Lahir dari ayah Almarhum Hi. Subur Karamaha, Mantan Kepala desa yang memimpin Anggai selama puluhan tahun dan Hj. Salma Hi. Rajab, ibu yang merawat dengan penuh kasih sayang. Sejak kecil, Fadly tumbuh dengan nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan ayahnya, sekaligus semangat untuk mengabdi kepada masyarakat, dan kasih sayang yang diwariskan dari ibu.
Fadly mempersunting Yuristi Fistiyana Dewi wanita berdarah Bali, sebagai isteri yang dikaruniai dua anak laki-laki, Fachry Karamaha dan Fardan Karamaha.
Pendidikan awalnya dimulai di SD Desa Anggai, dilanjutkan di SMP 1 Obi dan SMA Negeri 1 Laiwui. Selama masa sekolah, Fadly dikenal sebagai anak yang penurut, ramah, serta memiliki semangat tinggi dalam berorganisasi dan berolahraga. Disiplin dan kesetiakawanan yang kuat menjadi karakter utamanya, dan itulah yang membedakannya dari teman-temannya. Di SMA, Fadly semakin menunjukkan potensi kepemimpinan yang kelak mengantarkannya menuju dunia militer.
Setelah lulus SMA, Fadly memutuskan untuk bergabung dengan Akademi Militer (Akmil) dan berhasil menyelesaikannya pada 2005. Kariernya di TNI dimulai dengan cepat. Dia menjabat sebagai Komandan Yonif 500/Sikatan di Kodam V/Brawijaya, sebelum akhirnya menjadi Komandan Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya pada 2024. Puncak kariernya datang pada Juni 2025, ketika Fadly dipercaya memimpin Kodim 0817/Gresik.
Sebagai Dandim Gresik, Fadly berkomitmen untuk menggabungkan nilai-nilai rohani dan budaya lokal dalam kepemimpinannya. Pada hari pertama menjabat, ia memimpin ziarah ke makam Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim, sebagai simbol komitmennya untuk menjaga harmoni antara TNI dan masyarakat. Fadly percaya bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang memberi teladan, menjaga kedisiplinan, dan memperkuat kesatuan di tengah masyarakat.
Dengan latar belakang keluarga yang kaya akan nilai kepemimpinan dan didukung pendidikan serta pengalaman yang matang, Fadly Subur Karamaha kini menjadi contoh pemimpin militer yang tidak hanya memikirkan tugas negara, tetapi juga kesejahteraan rakyat. Sebuah perjalanan yang dimulai dari desa kecil hingga ke puncak kepemimpinan TNI yang penuh dedikasi.
