Vankasiruta – Direktorat Jendral (Dirjen) Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) selama 2 hari, 21 sampai 22 November 2023.
Direktur Pelayanan Investasi, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kemendes PDTT, Dr. Supriadi,MSi saat diwawancarai wartawan media ini, di kantor DPMD Halsel, rabu (22/11/23), mengatakan bahwa kehadiran mereka di Halsel dalam rangka kegiatan pengembangan kapasitas masyarakat dan kapasitas pengembangan usaha skala ekonomi dikelompok masyarakat.
“Kami ingin melakukan upaya pengembangan kapakasitas masyarakat dan kapasitas pengembangan usaha skala ekonomi di kelompok-kelompok masyarakat melalui program transformasi ekonomi kampung terpadu,” tutur Dr. Supriadi,MSi.
“Dengan demikian apa yang sudah dilakukan selama ini, baik itu dalam konteks membangun melalui membangun pusat pembelajaran melalui Demplot (Demontration Plot) maupun juga mendorong kepada rumah inovasi teknologi untuk bagaimana mereka (masyarakat) beraktivitas dengan nilai-nilai ekonomi yang produktif dan juga terakses dengan pasar,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, program transformasi ekonomi kampung terpadu merupakan kelanjutan dari program Tekad, dimana di tahun ini (2023), program tersebut bertujuan memfasilitasi kegiatan usaha masyarakat untuk bisa terakses dengan Of Taker baik yang ada dilokal, Nasional maupun internasional.
“Jadi tadi pagi kami sudah koordinasi dengan kepala desa, fasilitator dan juga Pemerintah kabupaten dalam hal ini Dinas PMD dan juga dinas pertanian untuk bagaimana kita mencari solusi kegiatan-kegiatan yang bisa lebih strategis kedepan dalam rangka kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Selain itu, Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Perusda dan lembaga-lembaga lain yang bisa menampung produk-produk yang nantinya dikembangkan oleh masyarakat.
Ia menegaskan, Kementrian Desa bersama DPMD akan terus mendorong aktivitas masyarakat lebih kepada kegiatan yang bisa menghasilkan produk untuk dijual keluar (Halsel) bukan hanya untuk konsumsi dalam daerah saja, melalui kelompok masyarakat transformasi ekonomi terpadu.
Meski begitu, Ia menilai Bumdes di Halsel baru terbentuk secara kelembagaan saja tetapi pengelolaannya masih perlu dilakukan penguatan terkait dengan akses terhadap bisnis yang dikembangkan.
“Jadi kita ingin mendorong melalui program transformasi ekonomi kampung terpadu ini adalah untuk bagaimana kegiatan masyarakat itu didorong kepada pengembangan potensi sumberdaya alam. Tadi kita lihat ke perikanan, peternakan, Holtikultura, mungkin ini juga bisa diakses melalui produk-produk yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-peeusahaan yang ada disekitar sini,” imbuhnya.
Ia menegaskan, Pemerintah pusat melalui Kementrian Desa PDTT akan terus memberi dukungan dan penguatan, pengembangan kapasitas terhadap Bumdes yang ada di Halsel untuk terus berkembang.







