Vankasiruta – Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Halmahera Selatan (Halsel), akan menggelar Musyawarah ke 4 pada 28 sampai 29 Safar Tahun 1445 Hijriah bertepatan dengan 14 sampai 15 2023 Masehi, di Hotel Buana Lipu.
Ketua PD Muhammadiyah Halsel, Ir. Tufail Iskandar Alam dalam konferensi pers, Selasa (12/09/23), menyampaikan, pelaksanaan Musyawarah PD Muhammadiyah Halsel ke 4 merupakan tindak lanjut dari hasil Muktamar Muhammadiyah, 2023, di Solo.
Tujuannya, tambah Ir. Tufail, untuk menyusun kembali kepengurusan baik ditingkat Wilayah, Daerah dan tingkat Cabang dalam upaya mempermantap dan menyempurnakan struktur kepengurusan.
Ir. Tufail mengaku, untuk Halmahera Selatan, Organisasi Muhammadiyah hingga saat ini belum terlalu berjalan dan berkembang dengan baik yang itu mempengaruhi kerja-kerja organisasi. Selain itu Ortom (Organisasi Otonom) juga yang menunjang gerakan Muhammadiyah juga perlu disempurnakan struktur kepengurusannya.
“Untuk Halmahera Selatan, kita akan upayakan untuk menyempurnakan struktur-struktur itu,” kata Ir. Tufail.
Ir. Tufail juga mengaku, hingga saat ini gerakan untuk gerakan pengembangan visi yakni pendidikan dan kesehatan baru bisa berjalan di 8 Kecamatan (Pimpinan Cabang) dari 30 Kecamatan yang ada di Halsel.
“Jadi masih ada sekitar 22 Pimpinan Cabang yang nanti dibentuk karena dari situlah gerakan Muhammadiyah ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, musyawarah ke 4 PD Muhammadiyah Halsel, dalam gerakan pengembangan pendidikan tidak hanya fokus pada Paud sampai tingkat SMA, tetapi bagaimana membangun perguruan tinggi.
Selain itu, tambah Tufail, PD Muhammadiyah Halsel juga akan fokus pada gerakan syiar atau Dakwah (Islam) yang dianggap belum berjalan optimal.
Ia berharap ada kerja sama yang baik disetiap tingkatan organisasi maupun warga Muhammadiyah dan anggota perserikatan di Halsel untuk membangun sebuah kekuatan gerakan kemuhammadiyahan dalam rangka membantu pemerintah daerah. Terutama kemitraan dalam membangun pendidikan dan kesehatan serta syiar yang lain.
Sekretaris Daerah Muhammadiyah Halsel, Samsudin Hamadin, menjelaskan terkait prinsip kerja di Ormas Muhammadiyah yakni sedikit bicara banyak bekerja.
“Kita bergerak Filosofinya diambil dari Energi Matahari, jadi tanpa Matahari tidak ada kehidupan didunia ini, itu filosofi kita,” terang Samsudin
Dengan prinsip dan moto kerja tersebut, Lanjut Samsudin, PD Muhammadiyah Halsel menargetkan terbentuknya pengurus ditingkat Pimpinan Cabang di 30 Kecamatan di Halsel. Dimana setiap kecamatan ada 1 Badan Amal Usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Dengan tetap bermitra dengan pemerintah dengan siapa saja. Saya rasa bangsa ini harus dibangun secara berjamaah,” tegasnya.
Terkait Kesiapan Musyawarah, Panitia Pemilihan (Panlih) Musyawarah Daerah ke 4, Iswan Abubakar bilang, pihaknya telah mempersiapkan seluruh administrasi terkait draf musyawarah. Dimana dalam Musyawarah nanti ada 25 orang yang nantinya akan dipilih menjadi pimpinan 13.
“Dimana dari 25 orang yang kita rencanakan sebagai calon Pimpinan 13 akan dipilih secara kolektif kolegia. Dari target 25 orang sudah 19 orang yang mengambil formulir pendaftaran,” ungkap Iswan.
Sementara Ketua Panitia Musyawarah, Arifin,M.Pdi juga menyampaikan untuk teknis persiapan Musyawarah sudah disiapkan. Dimana Peserta dalam Musyawarah tersebut yakni dari Pimpinan Cabang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halsel dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara.
“Untuk persiapan musyawarah sudah siap 95 persen, dan untuk Rabu tanggal 13 akan diawali dengan Pawai Ta’aruf para peserta yang juga dimeriahkan para siswa-siswi diseputaran kota Labuha. Star mulai dari depan Sekretariat PD Muhammadiyah Halsel, finis di Tugu Zero Point,” tutur Arifin.
“Tema Musda Ini ‘ Memajukan Halmahera Selatan, Mencerahkan Ummat dan Mewujudkan Senyum Saruma’,” tutupnya.
Konfrensi Pers ini dihadiri oleh Ketua PD Muhammadiyah Halsel, Ir. Tufail Iskandar Alam, Sekretaris, Samsudin Hamadin, Ketua Nasiyatul Aisyah Halsel, Srie Marlis, Ketua Panitia Musda, Arifin,M.Pdi, Sekretaris Panitia, Samsir Hamajen,SIP,MSI, dan Panlih, Iswan Abubakar dan Adnan Wahid, serta Kepala Desa Tomori Usman Hamzah.













